Semoga

Siang itu, di bangku taman di antara rerumputan yang hijau menghampar di sekelilingku, engkau duduk di sampingku. Memohon padaku untuk kembali berjalan disampingmu. Menata kembali keping-keping hati yang kadung luluh lantak berserakan karenamu. Menyemai ulang janji-janji lama yang dulu pernah kau ucapkan untuk meraihku.

Matamu menatapku penuh rindu. Memandangku lekat seakan ingin menembus jauh ke dalam hatiku. Kaulah bagian terpenting dalam hidupku, katamu mencoba meyakinkanku. Jantungku berdegup kencang sementara air mata menitik di ujung penglihatanku.Meski ada sedikit ragu menyelimuti, tak kupungkiri rasa sayang itu memang masih ada. Tak pernah hilang meski sakit itu kerap menghujam di dada. Tersimpan rapi di tempatnya bersemayam selama ini.

Kuangkat wajahku untuk menatapmu. Tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirku, aku mengangguk perlahan. Setuju untuk merajut kembali benang merah yang telah kuputuskan kala lelah menerpaku. Dan berharap semoga kali ini berbeda.

Dan diantara pengharapanku, kupersembahkan lirik lagu KLA ini kepadamu.

Semoga

Merenungkanmu kini menggugah haruku
Berbagai kenangan berganti
Masa yang tlah lalu
Sebenarnya kuingin
Menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanku lagi di dalam benakku
Perlahan terbayang pasti garis wajahmu
Kehangatan cintamu
dapat kubaca jelas disitu

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada, hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu per satu
Pertikaian yang dulu
Bagai pintaku….semoga

Lihatlah kudisini memendam rindu
Setiap kuberseru yang kusebut hanya namamu
Sebenarnya kuingin
Menggali hasrat untuk kembali
Kuharap agar kau mengerti
Semoga…

Kenangan

Seraut wajah dan seulas senyuman hadir kembali tatkala kenangan masa lalu itu berkelebat merambat, perlahan namun pasti menyeruak ke alam masa kini. Wajahmu. Senyumanmu. Meski tak ada lagi nyeri menghunjam di dada, pun air mata menitik membasahi pipi, kuakui kenanganmu tak pernah jauh-jauh meninggalkan tempatnya bersemayam di suatu tempat dalam benakku entah dimana.

Ada saat-saat dimana kenanganmu muncul dalam bentuk mimpi-mimpi menggelisahkan di malam-malam dingin terguyur hujan. Mengusik ketenangan dalam diam yang terasa kian menyesakkan dada. Mengorek kembali luka lama yang tak akan pernah pulih sempurna. Menghidupkan kembali asa yang dulu pernah kubangun bersamamu.

Terbetik keinginan menggelitik untuk mengulang kembali apa yang sudah hilang musnah ditelan sang waktu. Namun perbedaan diantara diriku dan dirimu yang terbentang lebar memisahkan apa yang telah terpisah untuk selamanya. Memuskilkan segala impian dan harapan untuk kembali menata keping-keping hati yang luluh lantak karena kehilangan belahan jiwa. Kehilanganmu belahan jiwaku.

Meski kutak pernah tahu seberapa dalam kenanganku hidup dalam dirimu, kutahu pasti kenanganmu hidup bersama diriku. Sepanjang hayatku.

Bekasi, 130509 0106