Belum Ada Judul

Jari jemarimu asyik bermain di lenganku
Wajahmu dekat menempel di pipiku
Rambut ikalmu lembut menggelitik hidungku
Aroma tubuhmu harum menguar di sekitarku
Mata indahmu berbinar menatapku

Saat kudekap erat engkau dipangkuanku
dan kukecup lembut bibir mungilmu
lalu terdengar indah ditelingaku
kau memanggilku
ibu…

030909 0852

Kenangan

Seraut wajah dan seulas senyuman hadir kembali tatkala kenangan masa lalu itu berkelebat merambat, perlahan namun pasti menyeruak ke alam masa kini. Wajahmu. Senyumanmu. Meski tak ada lagi nyeri menghunjam di dada, pun air mata menitik membasahi pipi, kuakui kenanganmu tak pernah jauh-jauh meninggalkan tempatnya bersemayam di suatu tempat dalam benakku entah dimana.

Ada saat-saat dimana kenanganmu muncul dalam bentuk mimpi-mimpi menggelisahkan di malam-malam dingin terguyur hujan. Mengusik ketenangan dalam diam yang terasa kian menyesakkan dada. Mengorek kembali luka lama yang tak akan pernah pulih sempurna. Menghidupkan kembali asa yang dulu pernah kubangun bersamamu.

Terbetik keinginan menggelitik untuk mengulang kembali apa yang sudah hilang musnah ditelan sang waktu. Namun perbedaan diantara diriku dan dirimu yang terbentang lebar memisahkan apa yang telah terpisah untuk selamanya. Memuskilkan segala impian dan harapan untuk kembali menata keping-keping hati yang luluh lantak karena kehilangan belahan jiwa. Kehilanganmu belahan jiwaku.

Meski kutak pernah tahu seberapa dalam kenanganku hidup dalam dirimu, kutahu pasti kenanganmu hidup bersama diriku. Sepanjang hayatku.

Bekasi, 130509 0106

Cinta

Sehelai daun luruh dari tangkainya diterbangkan angin yang berhembus perlahan. Hujan turun rintik-rintik, namun seberkas sinar matahari menyembul diantara gumpalan-gumpalan awan kelabu menghangatkan bulir-bulir air hujan yang menempel di helai demi helai rerumputan yang terhampar laksana permadani alam. Lukisan indah Sang Maha Pencipta Keindahan.

Aku dan kamu berdiri di seberang jalan. Memandang ke satu-satunya tempat aku dan dirimu pernah menghabiskan suatu masa bersama. Terpana. Terpesona. Terkejut. Takut. Perasaan campur aduk menyatu manakala teringat kenangan yang terukir disana, suka maupun duka, tetap terpatri dalam ingatan kita berdua. Dulu. Kini. Sampai nanti.

Kamu mendekat. Berdiri di hadapanku dengan rasa canggung yang kentara, terpantul dari sorot matamu yang tajam. Menatapku lekat-lekat seakan ingin menembus jauh ke dalam relung hatiku. Mencari tahu apa yang tersirat dalam bayangan mataku saat aku balik menatapmu. Tebersit rasa yang dulu selalu kupendam saat tatapanmu singgah di wajahku. Rindu yang kusimpan rapi di sudut hati yang terdalam untukmu. Hanya kepadamu.

Seulas senyum tersungging di bibirmu yang indah. Lalu, tanpa sepatah katapun terucap kau meraih jemariku untuk kau tautkan di jari jemari kuat milikmu. Mengalirkan kehangatan dari puncak ubun-ubun hingga ke ujung kaki. Menggetarkan seluruh sendi-sendi di tubuhku yang mengigil kedinginan. Entah oleh angin yang berhembus kencang atau sentuhanmu di jariku. Aku merona. Kubalas senyummu dengan kerlingan mataku. Dan akupun tersipu.

Kau semakin mempererat genggamanmu di tanganku saat pipiku bersemu merah menahan malu. Hatiku terasa hangat hanya dengan memandang senyuman menghiasi wajahmu yang teduh. Apakah ini mimpi atau kenyataan? Aku dan kamu tak akan pernah tahu.

Kenalan yuk!

Today is the first day i write my family story in public. Maksudnya sih nge-blog, cerita-cerita about my family. Let me introduce my self. My name is Ratna, married to Endrato Setiadi 5 years ago, precisely on 4th September 2004. Selama usia perkawinan kami, alhamdulillah kami tidak menemui kesulitan dalam menjalani hidup bersama. Padahal kami baru saling mengenal selama 3 bulan sebelum kami menikah. Apalagi setelah dikaruniai dua putra-putri yang cantik dan ganteng, Hanum Daffandra Majid (4 tahun) dan Zhafif Daffandra Rasyid (3 tahun).

Saya berasal dari Bogor sedangkan suami saya berasal dari Jakarta. Kami diperkenalkan oleh seorang teman. Suami saya termasuk tipe pria sederhana yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ia jarang marah, kalem dan bila ada yang tidak ia sukai ia lebih memilih diam daripada berkomentar banyak. Namun ada hal-hal lucu darinya yang kadang-kadang membuat saya tertawa geli.