Dari Sang Guru

Untukmu yang lagi apa saja.
Lagi bengong, lagi bingung atau lagi nongkrong.
Dibandingin temen-temen sekelasmu, pokoknya  kamu yang rada-rada dewasa (dewasa nich yee 🙂 )
Dewasa adalah suatu proses alamiah dimana seseorang secara bijaksana dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya (begitu kata sang guru).
Satu hal tambahan dari aku untuk menambah kedewasaannya (maksudnya kedewasaanmu, maaf yah..salah nulis dikit!) yaitu berpikirlah selalu positif pada segala hal.
Pokoknya sukses deh untuk kamu !

Bogor/Cisarua, 22 Juni 1992
Sugandi

Garing

Ih sebetulnya aku tuh ga suka sinetron tapi daripada sepi ngetik malam-malam sendirian, jadinya aku nyalain tv deh. Karena keseringan denger dan ngintip berkali-kali akhirnya kutonton juga tuh Sinetron Cinta Fitri. Padahal aku ga suka banget ma gaya pemain-pemainnya. Ceritanya lumayan bikin penasaran meski aku ngga menyimak bener gimana jalan ceritanya. Buat aku bagian yang sering tidak pernah aku lewatkan adalah cerita sebelumnya dan episode selanjutnya. Cukup singkat saja buat tahu kelanjutan ceritanya hehe…

Lagi males nulis nih…ngantuk! Aku mo bobo dulu ah

Mampir

Wah sudah lama sekali sejak cerita terakhir saya di blog ini. Padahal janjinya mau cerita-cerita soal kelahiran anak-anakku. Apalagi setelah kesibukan lebaran dan pernikahan adik bungsuku usai, mestinya sudah lebih banyak waktu luang untuk cerita-cerita lagi. Tapi sayangnya kerjaan untuk Majalah Pesona sudah menanti. Terpaksa ditunda lagi untuk kesekian kalinya.

Akhirnya, saya sempatkan untuk mampir hari ini. Cuma untuk berbagi info buat temen-temen semua, kalau-kalau ada yang membutuhkan produk kesehatan khusus wanita yang sudah terbukti khasiatnya, silahkan mengunjungi Bidadari Shop, toko online milik saya yang baru dilaunching bulan Januari 2010 lalu.

Mangga atuh klik disini….

Kali ini

Kali ini, saat kau dan aku dipertemukan kembali, tatapanmu tetap membuat pipiku bersemu merah. Meski rasa kasih itu telah hilang berganti rasa sayang yang lebih indah dibandingkan saat dulu kau dan aku bertemu untuk kali pertama.

Kali ini, saat kau dan aku berjabatan tangan, sentuhanmu tetap menghangatkan jemariku. Meski kerinduan itu telah hilang berganti kebersamaan yang lebih akrab dibandingkan saat dulu kau dan aku berkenalan untuk kali pertama.

Kali ini, saat kau dan aku berpamitan, lambaianmu tetap membuatku tersenyum. Meski sedih itu telah hilang berganti suka yang lebih ceria dibandingkan saat dulu kau dan aku berpisah untuk kali pertama.

Kali ini, kau dan aku bersama tanpa berharap apa-apa.

Bogor, RS 12092009

Semoga

Siang itu, di bangku taman di antara rerumputan yang hijau menghampar di sekelilingku, engkau duduk di sampingku. Memohon padaku untuk kembali berjalan disampingmu. Menata kembali keping-keping hati yang kadung luluh lantak berserakan karenamu. Menyemai ulang janji-janji lama yang dulu pernah kau ucapkan untuk meraihku.

Matamu menatapku penuh rindu. Memandangku lekat seakan ingin menembus jauh ke dalam hatiku. Kaulah bagian terpenting dalam hidupku, katamu mencoba meyakinkanku. Jantungku berdegup kencang sementara air mata menitik di ujung penglihatanku.Meski ada sedikit ragu menyelimuti, tak kupungkiri rasa sayang itu memang masih ada. Tak pernah hilang meski sakit itu kerap menghujam di dada. Tersimpan rapi di tempatnya bersemayam selama ini.

Kuangkat wajahku untuk menatapmu. Tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirku, aku mengangguk perlahan. Setuju untuk merajut kembali benang merah yang telah kuputuskan kala lelah menerpaku. Dan berharap semoga kali ini berbeda.

Dan diantara pengharapanku, kupersembahkan lirik lagu KLA ini kepadamu.

Semoga

Merenungkanmu kini menggugah haruku
Berbagai kenangan berganti
Masa yang tlah lalu
Sebenarnya kuingin
Menggali hasrat untuk kembali

Melukiskanku lagi di dalam benakku
Perlahan terbayang pasti garis wajahmu
Kehangatan cintamu
dapat kubaca jelas disitu

Adakah waktu mendewasakan kita
Kuharap masih ada, hati bicara
Mungkinkah saja terurai satu per satu
Pertikaian yang dulu
Bagai pintaku….semoga

Lihatlah kudisini memendam rindu
Setiap kuberseru yang kusebut hanya namamu
Sebenarnya kuingin
Menggali hasrat untuk kembali
Kuharap agar kau mengerti
Semoga…

Enough

Berat hati ini untuk mengambil keputusan itu. Keputusan untuk pergi dari apa yang kau dan aku cita-citakan bersama. Tapi aku lelah menanti kepastian yang tak kunjung kau berikan padaku. Detik demi detik berlalu, jam demi jam terlewati, dan hari berganti hari… tetap saja kau membuatku  menunggu dalam ketidakpastian yang menyesakkan dada. Haruskah aku bertahan dalam ketidakmenentuan yang menyakitkan ini?

Enough is enough.
I do love you but i have to leave you now.

Once upon a time in 012000

Kau

Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus disini
Mencintaimu
Entah kenapa

(Dewi Lestari)

 

Spasi

Seindah apapun huruf terakhir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah akan mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku tapi jangan terlalu erat. Karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

(Dewi Lestari)