Zhafif Diterima di SMP Negeri 236 Jakarta

Syukur Alhamdulillah segala puji saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas diterimanya Zhafif di SMP Negeri 236 Jakarta pada proses PPDB DKI Jakarta Tahap Non Zonasi Tahun pelajaran 2019/2020 hari Kamis pekan lalu.

Luar biasa pengalaman mendaftarkan sekolah kali ini membuat saya sempat merasa was was. Terutama di hari terakhir proses seleksi. Rasa yang tidak saya alami waktu Hanum daftar di sekolah yang sama dua tahun lalu.

Mudah Menghafal Quran Dengan Aplikasi Hafalan Quran

Sekarang menghafal Quran makin mudah dengan adanya aplikasi Hafalan Quran yang bisa diunduh secara gratis dari playstore. Kegiatan menghafal Quran menjadi lebih praktis dan mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Sejak sebulan terakhir saya menggunakan aplikasi Mudah Hapal Al Quran untuk menghafal Juz 30. Aplikasi ini saya rasakan begitu besar manfaatnya terutama ketika saya menyelesaikan hafalan surat-surat yang panjang-panjang  dari Juz 30.

Sekolah Hanum Kembali Ke Gedung Baru

Sudah seminggu terakhir ini saya kembali mengantar jemput Hanum di PIK Penggilingan Jakarta Timur. Lokasi ini adalah alamat SMPN 236 Jakarta, sekolah tempat Hanum belajar. Selama kurang lebih 10 bulan tahun kemarin, sejak Maret 2018 hingga Desember 2018 sekolah Hanum pindah sementara ke lokasi SMPN 172 Jakarta karena gedung sekolahnya direnovasi.

Alhamdulillah sejak awal tahun 2019, gedung sekolah SMPN 236 sudah rampung dibangun, sehingga kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilakukan kembali di gedung sendiri.

Liburan Akhir Tahun 2018

Liburan akhir tahun 2018 yang bertepatan dengan libur sekolah semester ganjil kali ini pas waktunya berbarengan dengan acara pernikahan keponakan di kampung. Jadi saya dan anak-anak bareng keluarga besar Pak Suami pulang kampung bersama-sama layaknya mudik di waktu lebaran.

Walaupun sudah beberapa kali pulang kampung, saya baru mengetahui bahwa ada tempat-tepat wisata yang belum pernah kami kunjungi, yang lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal kami di Desa Caruban. Di antaranya ada Taman Reptil dan Kampung Inggris Kebumen.

Day 27: Kebahagiaan Sederhana Bagi Seorang Ibu

Kebahagiaan sederhana bagi seorang ibu sesungguhnya adalah kebahagiaan saat melihat orang-orang yang dicintainya merasa bahagia. Terutama anak-anaknya.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dibanding kebahagiaan saat ibu melihat anak-anaknya tumbuh sehat, hidup rukun dan damai.

Bagi seorang ibu, membahagiakan orang-orang di sekelilingnya lebih utama dari kebahagiaan dirinya sendiri. Bahkan terkadang kepentingan pribadinya dikesampingkan asalkan kebutuhan keluarganya terpenuhi.

Day 25: Kenangan Masa Kecil Yang Tak Terlupakan

Kenangan masa kecil tiba-tiba terbayang lagi dalam ingatan ketika suatu hari ibu saya mengirimkan foto-foto saya kecil di grup whatsapp keluarga.

Masya Allah…ternyata saya imut juga ya sewaktu masih kecil. Kalo sekarang udah setua ini gimana? Tetep imut dong…. sedikit. Banyakan amitnya hahaha 😀

Melihat foto-foto itu lagi saya jadi teringat kenangan masa kecil yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.

Day 24: Daftar Keinginan yang Belum Tercapai

Kayaknya kalo disuruh menyebutkan daftar keinginan yang belum tercapai mah, bisa 40 hari 40 malam saya menulis ga akan beres-beres saking banyaknya 😀

Napsu dink… itu mah hehehe…

Sepertinya tema hari ini agak overlap dengan tema hari ke-17 lalu karena masih berkaitan dengan keinginan.  Tapi tak apalah. Kita coba bongkar aja  5 hal yang masuk daftar keinginan yang belum tercapai hingga saat ini. Yuuk, lanjut aja terus bacanya ya maakk…

Day 23: Hal Yang Disesali Saat Ini

Hal yang disesali saat ini, adalah tema tantangan menulis Blogger Perempuan Network di hari ke-23. Tema yang bikin saya jadi merenung pagi-pagi. Mikir lamaaa banget. Bengong di depan layar komputer sampai beberapa menit. Belum ketemu juga apa yang akan saya tulis.

Lalu saya putar daftar lagu di akun Youtube saya, daftar lagu Roy Kim yang enak didengar. Biar muncul ide tulisan tentang tema hari ini.

Eh tapiii …. sudah beberapa lagu saya dengarkan tapi belum juga ada ide mau menulis apa.  Malah keasyikan dengerin suara babang Roy yang merdu merayu bagai buluh perindu hihihi…