Alhamdulillah kurang lebih sudah 1 bulan ini Zhafif resmi berstatus jadi siswa SMK.

Qodarullah, kedua anak saya sama-sama bersekolah di SMK meski beda jurusan. Hanum di jurusan Multimedia di SMK Negeri 48 Jakarta. Sedangkan Zhafif Jurusan Teknologi Komputer Jaringan dan Telekomunikasi di SMK Negeri 1 Bekasi.

Saya jadi teringat dua tahun lalu, saat proses PPDB tahun 2020 menyebabkan Hanum terpaksa melepaskan keinginannya masuk SMA yang kisahnya saya tuliskan dalam Kisah Hanum Diterima di SMK Negeri 48 Jakarta.

Saya benar-benar ga nyangka, kejadian yang sama berulang dua tahun kemudian pada Zhafif yang bahkan lebih parah lagi. Zhafif ga keterima di sekolah negeri mana pun di DKI, baik SMA maupun SMK dalam proses PPDB tahun 2022.

Jalur zonasi ga keterima karena kalah umur dengan yang lebih tua. Jalur prestasi pun ga keterima karena total nilai akhir kecil akibat ada sistem pembobotan nilai rapot, ekskul, akreditasi sekolah dll.

Alhasil, harapan untuk bisa bersekolah gratis di sekolah negeri di DKI Jakarta pun pupus sudah. Sempat terpikir Zhafif untuk gap year. Maksudnya cuti sekolah setahun dan kembali mengulang PPDB di tahun depan, dengan harapan Zhafif bisa di terima dari jalur zonasi karena usianya lebih tua setahun.

Tapi Pak Suami menolak ide tersebut. Sayang juga menyia-nyiakan waktu setahun hanya untuk menunggu.

Alhamdulillah, di saat-saat terakhir saya seperti diberi ide oleh Allah untuk coba mendaftarkan Zhafif di sekolah di Bekasi. Kebetulan masih ada selang seminggu waktu pendaftaran bedanya dengan sekolah di DKI Jakarta. Jadi masih ada kesempatan.

SMK N 1 Bekasi Tampak dari Depan

Kebetulan lagi, ada SMK Negeri 1 Bekasi yang lokasinya ga begitu jauh dari rumah dan masih terbuka peluang pendaftaran jalur rapot umum. Tidak ada salahnya untuk mencoba, pikir saya penuh harap.

Sebetulnya bukan kebetulan sih. Itu pasti ada rencana Allah dibalik semua peristiwa yang sudah terjadi.

Dua hari sebelum waktu pendaftaran ditutup saya mengajak Zhafif untuk daftar langsung di lokasi. Alhamdulillah semuanya lancar. Tinggal menunggu pengumuman seminggu kemudian.

Saat Membuat Surat Keterangan Bebas Buta Warna di Puskesmas untuk Persyaratan Pendaftaran SMK
Saat Pendaftaran Langsung di Lokasi SMK N 1 Bekasi

Saya sempat bilang sama Zhafif, seandainya Zhafif keterima di SMK N 1 Bekasi, saya bakalan senang sekali. Jaraknya deket banget. Dari rumah ke sekolah bisa ditempuh hanya 10-15 menit saja. Kalopun waktunya nanti Zhafif pulang pergi sekolah bawa motor sendiri, saya ga akan terlalu khawatir karena jalan yang dilalui melewati komplek perumahan Grand Prima Bintara yang relatif sepi. Insya Allah lebih aman.

Namun untuk jaga-jaga seandainya Zhafif ga lolos di SMK N 1 Bekasi, saya juga mendaftarkan Zhafif di SMK Bina Mandiri Bekasi. SMK swasta yang merupakan sekolah afiliasi dengan SMK N 1 Bekasi.

Alhamdulillah wa syukurillah, harapan saya terkabul. Zhafif bisa bersekolah di SMK Negeri 1 Bekasi. Walaupun katanya, sekolah di Bekasi mau negeri atau swasta sama aja karena sama-sama ada biaya SPP tiap bulan. Beda dengan sekolah negeri di DKI Jakarta yang bebas uang SPP.

Tapi biarlah, jika Allah telah menakdirkan Zhafif sekolah di SMK Negeri 1 Bekasi, sudah pasti dimampukan biayanya juga sama Allah. Saya yakin dan percaya itu.

Keyakinan ini sudah tertanam di hati saya. Sebab ketika saya kebingungan memilih sekolah Zhafif saya menggunakan teknik Garpu Tala yang diajarkan oleh Ustadz Nasrullah dalam ilmu Rahasia Magnet Rezeki.

Posisi lokasi SMK swasta dan SMK N 1 Bekasi yang terletak di satu jalan raya yaitu Jalan Bintara, sesuai dengan arti yang ditunjukkan pada ayat hasil garpu tala QS Al Hijr : 79

Semoga ini adalah pertanda keberkahan untuk Zhafif ke depannya. Aamiin ya robbal alamin.

Seperti biasa, seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, ada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama MPLS berangkat dari rumah setengah 6 pagi. Langit masih gelap dan suasana sekitar pun tampak sepi.

Suasana Pagi Saat Berangkat Sekolah di Masa MPLS
Suasana MPLS Hari Pertama

Kayaknya karena kelamaan belajar di rumah, aura malesnya Zhafif masih berasa banget. Rambut agak gondrong keukeuh ga mau dicukur. Padahal udah jelas-jelas tercantum di tata tertib MPLS, rambut harus pendek cepak kayak tampilan perwira ABRI. Akibatnya hari pertama MPLS, Zhafif sudah kena hukuman dijemur di lapangan. Untungnya hari kedua dan seterusnya lancar, bebas dari hukuman.

Atribut
MPLS

Ketika KBM sudah dimulai, Zhafif sempat kaget karena hari pertama sekolah pulang jam setengah 5. Habis magrib tepar ketiduran karena capek.

Jadwal pelajarannya pun sedikit berbeda. Ada jadwal bergiliran, seminggu teori, seminggu praktek. Pulang sore hanya setiap Senin dan Rabu, hari lainnya ada jadwal pulang jam setengah 2 ada pula yang jam 11.

Satu lagi pengalaman baru buat Zhafif. Sekarang ketemu pelajaran Bahasa Sunda. Pelajaran yang tidak pernah dipelajari saat SD-SMP karena sekolah di DKI Jakarta.

Seragam Sekolah
Jadwal Pelajaran Bahasa Sunda

Sekarang sudah 1 bulan berjalan, Zhafif sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya. Zhafif juga menunjukan perbaikan dalam hal mengerjakan tugas-tugas sekolah.

Kalo waktu SMP dulu masih sering menunda-nunda PR, dikerjakan mepet dengan waktu pengumpulannya bahkan sering lewat tenggat waktu. Tapi sekarang, ada tugas langsung dikerjakan tanpa harus disuruh-suruh. Alhamdulillah.

Bersiap ke Sekolah
Hari-Hari Sekolah di Mulai

Katanya sih biar Sabtu Minggu bisa santai main game, ga dikejar-kejar tugas. Yaahh…alasan yang enggak banget kan ya. Tapi setidaknya Zhafif sudah mulai belajar mengelola waktu.

Bismillah aja. Saya sebagai orang tua hanya bisa memberi dukungan dan doa semaksimal mungkin agar Zhafif dan juga Hanum yang saat ini duduk di kelas 12, bisa lancar dan sukses selama menjalani masa-masa sekolahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.