Mendidik Anak Dengan Cinta

Judulnya indah banget yaa… Tapi menulisnya saya merasa berat hati. Karena pada kenyataannya, mendidik anak dengan cinta baru saya ketahui ilmunya, tapi prakteknya agak sulit bagi saya. Terutama bila menyangkut Zhafif, anak saya yang kedua.

Zhafif emang beda banget dengan Hanum, kakaknya yang lebih ngerti, lebih penurut, lebih bisa dibilangin. Mungkin juga karena karakter anak perempuan lebih lembut dibandingkan anak laki-laki. Sehingga Zhafif cenderung lebih keras, suka memberontak, lebih sering membantah jika dinasehati.

Continue reading