Zhafif Disunat

Alhamdulillah, kemarin tanggal 24 Desember 2015 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1436 H Maulid Nabi Muhammad SAW, Zhafif sudah disunat.

Alhamdulillah lancar walaupun sempet diwarnai kejadian yang cukup membuat saya tegang dan degdegan karena terjadi pendarahan.

Pendarahan terjadi setelah pipis pertama kali, 2 jam setelah disunat. Sampai akhirnya Zhafif harus dibawa kembali ke klinik tempat Zhafif disunat dan tambah 2 jahitan lagi.

Continue reading

Zhafif Puasa Hari Pertama

Kemarin, kali pertama Zhafif belajar puasa sehari penuh. Alhamdulillah lancar ga pake acara merengek-rengek seperti tahun lalu.  Meski ada sedikit keluhan lapar dan haus, tapi masih bisa dialihkan ke hal lain. Mungkin juga karena sedang libur sekolah, saat Zhafif boleh bermain game di ponsel sepuasnya, jadi dia lupa dengan lapar dan hausnya.

Walopun begitu, saya coba membatasi dengan tetap memberi Zhafif tugas-tugas. Ada tugas menulis supaya tulisannya yang kayak cakar ayam di kelas II kemarin, bisa lebih rapi dan terutama bisa dibaca. Ada tugas latihan matematika. Dan ada juga tugas melanjutkan hafalan surat Juz 30 yang baru sampai surat Al Fajr. Biar ga lupa. Biar saya ikutan menghapal juga.

Continue reading

Zhafif di Sekolah Baru

Dua minggu sudah sejak Zhafif pindah sekolah ke SDN Pulogebang 05 Pagi. Banyak banget perubahan yang harus dijalani oleh Zhafif. Mulai dari seragam baru yang serba pendek (celana pendek dan kemeja lengan pendek), jam masuk sekolah lebih pagi (biasanya jam setengah tujuh baru bangun sekarang jam segitu udah masuk sekolah),dan waktu sekolah yang lebih singkat (jam setengah sepuluh udah pulang).

Continue reading

Semoga Bukan Apa-Apa …

Dalam seminggu ini sudah dua kali saya bolak balik ke rumah sakit memeriksakan Zhafif ke dokter. Berawal dari dua minggu lalu saat Zhafif mengeluh sakit leher. Saya pikir karena jatuh atau salah bantal waktu tidur, lalu saya pijit-pijit lehernya. Saya baru tau ternyata berasa ada benjolan di leher sebelah kanan.

Merasa khawatir saya segera membawa Zhafif ke dokter anak. Setelah berkonsultasi, dokter menyarankan untuk melakukan rontgen, USG abdomen, dan cek darah. Ga nyangka sampe sebanyak itu tindakan yang disarankan dokter. Belum lagi obat antibiotiknya sampe dua macam yang harus dihabiskan dalam dua minggu.

Continue reading