Keluarga

Lokasi Sekolah Hanum Pindah Sementara

Sudah seminggu terakhir ini, lokasi sekolah Hanum pindah sementara ke SMPN 172 Jakarta. Kenapa pindah? Karena terhitung sejak tanggal 1 Maret 2018, gedung SMPN 236 Jakarta sedang direnovasi.

Kepindahan lokasi sekolah ini cukup menggembirakan bagi Hanum. Pasalnya sebelum Hanum diterima di SMPN 236, Hanum memang menginginkan sekolah di SMPN 172 karena sebagian besar teman-temannya diterima disana.

Selain itu, lokasi SMPN 172 lebih dekat dengan rumah dibanding SMPN 236. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 7 menit  dari rumah untuk sampai ke sekolah.

Dan karena menumpang di sekolah lain, Hanum jadi masuk sekolah siang hari, masuk pukul 12.30 sampai 17.30 setiap hari, kecuali Jumat masuk 13.15 sampai 17.45 WIB.

Meski lebih dekat dari rumah, ternyata butuh kesabaran juga saat jemput Hanum pulang sekolah.

Ini karena lokasi SMPN 172 berdekatan dengan Stasiun Cakung dan dilewati arus lalu lintas kendaraan yang menyebrangi rel kereta api hingga mengundang kemacetan panjang.

Jam bubaran sekolah yang bersamaan dengan waktu kedatangan kereta, yang biasanya dipenuhi orang-orang pulang kerja di jam-jam tersebut, membuat arus lalu lintas semakin padat.

Terlebih lagi jika turun hujan deras seperti kemarin sore, hampir bisa dipastikan jalanan macet parah hingga untuk mendekat ke area sekolah pun butuh perjuangan dan keberanian.

Kayak yang mau perang aja ya ko pake butuh keberanian segala hehe…

Sudah mah jarak pandang menurun dan jalanan licin akibat hujan deras membuat saya harus pelan dan ekstra hati-hati saat membawa motor. Kalo saya ga nekat ambil kanan dan selap selip diantara kendaraan, saya bisa terjebak macet dan ga bisa bergerak maju.

Untuk mengantisipasinya, akhirnya saya buat kesepakatan dengan Hanum dan menentukan titik dimana akan bertemu. Hanum harus berjalan menyebrang ke arah perumahan Harapan Baru dan menunggu di lokasi yang sudah disepakati.

Hanum juga dibekali telpon genggam agar mudah menghubungi saya dan tidak berselisih jalan ketika dijemput. Jadinya saya ga usah susah payah menerobos kemacetan yang hampir terjadi setiap sore.

Membayangkan saya harus melakukan ini setiap sore selama 9 bulan ke depan, cukup membuat saya meringis.

Eh ya ampunn..astagfirullahaladziim… ko saya jadi lupa bersyukur ya.

Padahal dibanding temen-temen Hanum yang semakin jauh jaraknya ke sekolah, Hanum jadi diuntungkan dengan kepindahan ini.

Alhamdulillah..alhamdulillah…bersyukur ya Allah. Paling tidak sampai Desember 2018, Hanum masuk sekolah siang dan saya bisa lebih santai mengantar jemput Hanum setiap hari.

 

 

Tinggalkan Jejak

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: