Keluarga

Mudik Lebaran 2016

Alhamdulillah lebaran tahun 2016 ini, saya berkesempatan untuk mudik ke kampung halaman keluarga besar suami di Karang Anyar Kebumen. Terakhir kali mudik kesana, kalo ga salah lebaran tahun 2014 lalu.

Mudik kali ini, mudik yang ketiga kalinya, ga terlalu jauh beda dengan mudik 2 tahun sebelumnya dari sisi waktu tempuh perjalanan. Sama-sama berangkat di waktu malam pada hari pertama lebaran. Sama-sama kena macet di perjalanan sampai 12 jam lebih. Padahal mudik kali ini lewat jalan tol Cipali, sementara dua tahun sebelumnya lewat Pantura.

Semalaman di jalan tol-nya sih ga kena macet, tapi begitu keluar Gerbang Tol Pejagan sekitar jam 7 pagi dan melewati jalan Ketanggunggan dimulai deh macetnya. Tadinya diperkirakan sore sudah sampai, eeh taunya baru sampai sekitar jam 12 malam. Ngantuk, capek, pegel nyampur jadi satu dan langsung tepar di kamar hotel.

Meski capek, selama perjalanan mudik selalu seru karena biasa berangkat beramai-ramai dengan keluarga besar suami. Saya yang dulunya ga pernah mudik kemana-kemana, karena seluruh keluarga besar saya berasal dari Bogor, alhamdulillah bisa menikmati perjalanan walaupun macet. Begitu juga dengan anak-anak, mereka bisa nyaman dan ga mabuk selama dalam perjalanan.

Selama di Kebumen, selain menghadiri acara halal bil halal dan silaturahmi keluarga besar disana, saya sempat main ke alun-alun kota Kebumen dan mengunjungi Pantai Suwuk. Sempet juga nyobain Bakso Aan yang katanya terkenal juga di kalangan masyarakat Kebumen. Jauh-jauh mudik ke Kebumen, yang dicari mah tetep aja bakso juga hehe 😀

Hari ini, tepatnya jam 3 dini hari tadi, saya baru aja sampai di rumah. Bawa oleh-oleh bertumpuk-tumpuk cucian dan kenaikan berat badan yang cukup signifikan. Hampir seminggu mudik, berat badan saya naik sampai 5 kg! Oh mai gaaaattt…. #horor Alamat setelah di rumah, harus mulai praktek diet food combining supaya ga harus beli baju baru lagi xixixi.

Oh iya, hampir lupa saya juga mau mengucapkan Selamat Idul Fitri 1347 H, taqobbalallahu minna wa minkum syiamana wa syia makum. Maaf lahir batin yaaa…

Tinggalkan Jejak

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: