Keluarga

Liburan Ke Pulau Batam – Bintan

Akhir pekan lalu saya berkesempatan berkunjung ke Pulau Batam dan Pulau Bintan dalam rangka acara pernikahan keponakan dari pihak keluarga suami, yang memang sudah sejak lama tinggal dan menetap di Tanjung Uban, Pulau Bintan. Saya ikut dalam rombongan keluarga besar sejumlah 17 orang dewasa serta 4 anak-anak dan 1 balita termasuk anak-anak saya, Hanum dan Zhafif.

Perjalanan ini memang sudah direncanakan sejak awal tahun dan sangat dinanti-nantikan oleh Hanum dan Zhafif. Berangkat hari Jumat pagi tanggal 6 Maret 2015 menuju Batam dan kembali lagi ke Jakarta Senin malam tanggal 9 Maret 2015. Bolos sekolah dua hari deh hehe…

Pada awalnya Hanum rada-rada ketakutan membayangkan naik pesawat untuk pertama kalinya, ditambah lagi ada berita kecelakaan pesawat Air Asia beberapa waktu lalu. Untungnya sih ga sampe panik. Hanum menenangkan diri dengan membaca brosur doa-doa yang memang disediakan di pesawat.

Beda halnya dengan Zhafif yang excited banget kebagian duduk di kursi dekat jendela. Jadi bisa memandang keluar saat pesawat melaju makin cepat untuk tinggal landas. Dan emang dasarnya Zhafif ga bisa diem, semua-mua maunya dipegang, dipencet-pencet, dibuka sampai naik ke atas kursi segala. Keliatan deh noraknya hihihi…

Karena keberangkatan dari Jakarta mengalami keterlambatan, sampai di Batam sudah siang, ga sempet kemana-mana. Begitu dijemput langsung menunju Pelabuhan penyebrangan untuk naik kapal Roro menyebrang ke Pulau Bintan. Pas banget kapalnya udah siap mau berangkat.

Perjalanan dari Batam menuju Tanjung Uban, Pulau Bintan  dengan Kapal Roro ditempuh selama kurang lebih satu jam. Ga sempet cari makan semuanya pada kelaparan. Di kantin kapal cuma ada makanan ringan dan mie instan dalam cup. Terpaksa makan bekal seadanya. Untungnya ga ada yang mabok laut.

Sesampainya di Tanjung Uban, hari sudah sore. Setelah makan dan membereskan semua barang bawaan, lalu berkunjung ke rumah Bude Pakde yang akan hajat esok harinya, saya merasa capek dan memilih tidur cepat.

Sabtu paginya seharian di tempat hajat, ga sempet kemana-mana juga. Malamnya juga tepar dan bablas tidur sampe subuh. Padahal sesiangan cuma sibuk makan dan foto-foto, ga ngapa-ngapain juga hihi :p

Minggu paginya sempat jalan-jalan ke darmaga, melihat-lihat kapal dan cari sarapan. Ga nemu yang aneh, palingan roti jala dengan kuah kari. Yang lainnya sih sama aja dengan menu sarapan di Jakarta. Bahkan yang jualannya juga orang Sunda. Halah..

Minggu siang sempat jalan-jalan ke pantai. Diunjukin tempat ke Lagoy. Perjalanannya cukup jauh makan waktu kurang lebih 1,5 jam dari rumah. Tapi ga rugi deh. Tempatnya baguus, pantainya berpasir putih, bersih dan masih sepi pengunjung.

Sayangnya ga bisa main lama-lama karena sebagian ada yang harus balik ke Batam dan harus mengejar Kapal Roro sore itu juga. Sedangkan saya dan beberapa orang lainnya masih menginap semalam lagi

Senin pagi sudah harus menyebrang lagi ke Batam karena jadwal pesawat kembali ke Jakarta dimajukan dari jam 7 malam ke jam 3 sore. Tapi masih sempat diajak jalan-jalan ke Jembatan Barelang dan berfoto-foto disana. Trus diajak ke tempat  beli oleh-oleh Top 100 di daerah Nagoya dan makan siang di Rumah Makan Sunda Ibu Joko.

Jauh-jauh ke Batam, makannya menu Sunda juga hihi…

Perjalanan kembali pulang  sempat dibayang-bayangi cuaca buruk karena di Jakarta dan sekitarnya sedang turun hujan. Tapi Alhamdulillah sampai juga dengan selamat dan baru tiba kembali di rumah sekitar jam 9 malam.

Senang sekaligus capek. Senang karena bisa pergi jalan-jalan sekeluarga. Capek karena di rumah sudah menanti setumpuk pakaian kotor dan to do list yang ga ada abisnya hehe…

Liburan kali ini ditutup dengan tekad baru. Lain kali mau liburan sekeluarga sendiri aja biar bebas nentuin mau kemana atau mau ngapain 😀

Kudu mulai nabung lagi deh. Ayoook Naaa… Semangat cari duiitt hihi…

Tinggalkan Jejak

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: