Liburan Ke Ujung Genteng

Minggu lalu, tepatnya hari Rabu – Kamis tanggal 14-15 November 2012 saya dan anak-anak dapat kesempatan berlibur ke Ujung Genteng, Sukabumi. Saya kembali diajak Ibu saya berlibur bersama guru-guru SD Pamoyanan 1, SD tempat Ibu saya bertugas sebagai kepala sekolah. Kali ini acara perpisahan karena Ibu telah memasuki masa pensiun dan mengakhiri tugasnya.

Berangkat dari Bogor jam 08.30 pagi, baru sampai di Ujung Genteng sekitar pukul 15.00, pas waktu ashar tiba. Karena lamanya perjalanan, Hanum dan Zhafif  yang sempat tertidur  dan  terbangun beberapa kali, mulai kesal karena ga nyampe-nyampe. Tapi akhirnya berseru gembira ketika melihat pantai sudah dekat.

Begitu tiba di penginapan, langsung makan siang (yang kesorean) dengan terburu-buru, karena Zhafif sudah tak sabar ingin segera berenang di pantai.

Cuaca saat itu sangat mendukung. Langit tertutup awan menyembunyikan sinar matahari sehingga anak-anak bisa berenang sepuasnya tanpa kepanasan. Lautnya dangkal dan ombaknya juga tidak terlalu besar, sehingga anak-anak bisa berenang dengan aman, agak jauh ke tengah laut tanpa takut tenggelam. Pantainya masih bersih, sebagian besar tertutup hamparan karang-karang kecil dan pasir putih.

Disini juga masih sepi, tidak terlihat pedagang yang menjajakan berbagai makanan atau mainan seperti halnya pantai Pangandaran yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.

Sementara Haum dan Zhafif asyik berenang bersama Ibu saya, saya melewatkan sore itu dengan berjalan-jalan menyusuri pantai sambil mengumpulkan karang-karang kecil untuk biji congklak. Cukup banyak yang saya dapatkan untuk dibawa pulang. Saya bahkan lupa untuk foto-foto saking asyiknya mengumpulkan biji congklak 🙂

Malam harinya, menjelang tengah jam 12.00 saya diajak pergi untuk melihat penyu bertelur di lokasi penangkaran penyu. Saya bangunkan Hanum dan Zhafif  supaya mereka bisa ikut menyaksikan peristiwa alam yang menakjubkan ini.

Lokasi penangkaran penyu ternyata cukup jauh dari penginapan. Dengan berjalan kaki, jarak sejauh 3km ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam lamanya.

Saya sangat bangga dengan keberanian anak-anak, Hanum dan Zhafif, yang dengan tegar berjalan kaki tanpa mengeluh sedikitpun, dalam kondisi malam hari yang gelap, hanya diterangi seberkas sinar lampu senter. Selama perjalanan saya menggenggam erat tangan mereka sambil bercakap-cakap tentang apa saja untuk membesarkan hati.

Dan akhirnya saya bisa bernapas lega ketika sampai di lokasi penangkaran, dengan tubuh bersimbah keringat. Saya tersenyum bangga memandangi wajah Hanum dan Zhafif yang walupun terlihat capek tapi sudah tidak sabar ingin segera melihat penyu.

Petugas penangkaran menginformasikan bahwa sudah ada dua ekor penyu yang naik ke pantai, namun masih mondar mandir mencari lokasi untuk bertelur. Pada kondisi ini, para pengunjung dilarang masuk karena bisa mengganggu proses bertelur. Bila penyu melihat cahaya atau mendengar suara-suara ribut, akan membuat penyu tidak jadi bertelur dan kembali ke laut. Pengunjung baru diperbolehkan melihat setelah penyu selesai bertelur.

Sayangnya, setelah menunggu hampir 1 jam lamanya, penyu-penyu tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera bertelur. Mereka masih saja mondar mandir. Menurut petugas penangkaran kemungkinan penyu tersebut masih mencari lokasi yang tepat untuk menggali lubang sebagai tempat telur-telurnya nanti.

Karena tidak tahu berapa lama lagi penyu-penyu tersebut bertelur, kami memutuskan untuk segera kembali ke penginapan. Saya agak kecewa karena anak-anak tidak jadi melihat penyu secara langsung. Dalam hati saya berjanji akan mengajak anak-anak kembali lagi kesini suatu saat nanti.

Keesokan paginya, Hanum dan Zhafif berenang lagi sebelum pulang. Kali ini saya juga ikut berenang sebentar, lalu kembali mengumpulkan biji-biji congklak. Sembari memungut biji-biji congklak itu, terlintas ide untuk menulis artikel motivasi berkaitan dengan bisnis Oriflame yang sedang saya jalani. Saya bahkan sudah membayangkan foto-foto yang akan saya upload berkaitan dengan isi tulisan tersebut.

Tunggu aja artikelnya di web usahadi-rumah.com.

Setelah mandi dan makan, saya pun bersiap-siap untuk kembali pulang ke Bogor, dilanjutkan ke Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *