Ikut Sedekah Rombongan Yuk

Hari ini hari Jumat, hari yang baik untuk bersedekah.

Apalagi kalo lagi resah gundah gulana seperti sekarang ini. Sedekah bisa jadi obat penghilang galau yang manjur bagi saya. Karena begitu baiknya Allah kepada saya, baru niat bersedekah aja, saya udah dikasih berkah nikmat luar biasa yang seringnya datang tanpa disangka-sangka.

Jadi bikin saya ketagihan hehe…

Dengan bersedekah saya kembali diingatkan bahwa keadaan saya saat ini masih jauuuuh lebih baik. Masih banyak orang lain yang berkekurangan  dibanding saya.

Saya diingatkan lagi betapa saya sering lupa bersyukur atas nikmat Allah yang selama ini sudah saya terima, hanya karena saya mengalami sedikit kesusahan.

Astagfirullahaladzim…. ampuni saya Gustiii …

Sedekah bisa disampaikan kemana saja, dalam bentuk apa aja. Tapi lebih fleksibel memang dalam bentuk uang, karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang yang akan dibantu. Dan berdasarkan hitungan matematika sedekah ala Ustadz Yusuf Mansur, saya berharap Allah menggantinya berkali lipat dalam bentuk yang sama (baca: duit maksute hehehe).

Kata Ustadz juga gapapa ngarep begitu sama Allah mah, mau ngarep sama siapa lagi cobaa???

Biasanya saya suka menyampaikan sedekah saya ke Pondok Yatim Menulis asuhan kakak kelas saya waktu SMA, A Baban. Sekalian nitip doa ke anak-anak yatim disana hehe…

Atau saya sampaikan ke Yayasan Darul Quran-nya Ustadz Yusuf Mansur, untuk membantu membangun rumah-rumah tahfidz, sambil berharap kelak anak saya bisa masuk ke pesantren Darul Quran yang cukup mahal. Biaya pendaftaran untuk santri indent-nya aja 10 jeti booo. Duh ga kebayang tu darimana uangnya 🙁

Nah, kali ini saya ikutan sedekah rombongan yang digagas pertama kali oleh Saptuari Sugiarto. Sedekah rombongan bermula ketika Saptuari menulis di blognya, www.saptuari.com, tentang kisah seorang Putri Herlina, seorang gadis yang tidak memiliki lengan tapi memiliki hati yang mulia berdedikasi  mengurus bayi-bayi terlantar di sebuah Panti Asuhan di Jogja. Saya sendiri baru baca kisah itu.

Di akhir tulisan kisah Putri, Saptuari mengajak pembaca untuk membantu meringankan beban pengurus panti.  Dan ternyata banyak dari pembaca yang merespon dan bersedia menjadi donatur hingga terkumpul dana sumbangan hingga puluhan juta rupiah. Sejak saat itu gerakan sedekah rombongan, alias sedekah rame-rame untuk membantu kesulitan orang lain yang kesusahan terus berjalan sampai sekarang.

Bagi yang ingin tahu lebih jelas lagi apa itu sedekah rombongan, silahkan langsung berkunjung ke websitenya ya, www.sedekahrombongan.com

Yuk, kita sisihkan sebagian rezeki yang udah dikasih Allah untuk membantu sesama.

 

2 thoughts on “Ikut Sedekah Rombongan Yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *