Suka Duka Jadi Pengendara Motor

Hampir 3 bulan terakhir ini saya jadi tukang ojek, antar jemput Hanum ke sekolah. Jarak tempuh dari rumah ke sekolah sekitar 30 menit dengan jarak kira-kira 20km.

Perjalanan yang cukup beresiko mengingat Hanum dan Zhafif mudah sekali tertidur saat naik motor.

Maka demi keselamatan selama perjalanan, Hanum yang duduk di belakang saya ikat dengan menggunakan baby wrap ke badan saya. Sementara Zhafif yang duduk di depan bisa bersandar ke dashboard motor kalo tertidur.

Ada suka duka yang saya alami selama saya jadi pengendara motor. Sukaa karena biaya transport jauh lebih murah dibandingkan dengan naik transportasi umum. Jelas lebih ngirit hehe…

Tapi kalo saat hujan tiba…beuuh jangan tanya ya. Dengan segala kerepotan harus memakai jas hujan, dan ekstra hati-hati karena jalanan licin, saya jadi ngiri sama yang bawa mobil. Saya jalan sambil berangan-angan bahwa suatu saat saya jemput Hanum dengan mobil sendiri.

Amiiin 🙂

Untungnya hujan di Jakarta itu bisa ditungguin. Hanya beberapa menit berteduh, hujan segera reda dan saya bisa melanjutkan perjalanan kembali.

Ada satu hal yang saya syukuri banget. Sejak saya jadi pengendara motor, saya punya lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Apa itu?

Selama perjalanan saya tak henti-hentinya berdoa, berdzikir atau bersholawat untuk memohon keselamatan.

Pernah kejadian saat saya nyaris tertidur beberapa detik saking ngantuknya. Entah darimana asalnya, saya seperti dikagetkan dengan suara yang sangat keras hingga membuat saya tersentak bangun dan sadar bahwa saya sedang mengendarai motor. Alhamdulillah, Alah SWT masih melindungi saya sehingga saya terhindar dari kecelakaan.

Sejak jadi pengendara motor, saya juga bisa sering-sering mempraktekkan ajaran Ustadz Yusuf Mansur yaitu membaca sholawat saat menginginkan sesuatu yang saya lihat di sepanjang jalan.

Contohnya aja. Setiap kali saat saya melihat mobil Honda CRV melintas di sebelah saya, saya buru-buru meniatkan sholawat untuk memudahkan jalan saya menuju level Diamond di Oriflame. Kenapa? Karena pada level tersebut Oriflame akan memberikan mobil Honda CRV gratis dan cash award Rp 42 juta.

Jadi kalo lagi di jalan ada CRV lewat, Zhafif langsung tunjuk-tunjuk bilang: ibu..ibu…tuh ada mobil ibu. Hehehe…

Eh,ternyata jadi pengendara motor itu harus tahan banting juga ya. Saya pernah dimaki-maki supir metromini dan pengendara mobil lain karena agak kikuk saat mengendarai motor dan menghalangi jalan mereka. Saya sih cuek aja dan pasang tampang masa bodoh.

Biasa aja kaleee …

10 thoughts on “Suka Duka Jadi Pengendara Motor

  1. kresnoa says:

    Mintalah kepada ALLAH SWT yang maha memiliki.
    Shalawat kepada Nabi itu untuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Bukan untuk memudahkan jalan mendapatkan sesuatu. Sesungguhnya ALLAH SWT adalah yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih. Cukuplah ALLAH penolongku.

  2. arif says:

    kalau ngantuk berhenti dulu nyari es buah :D, klo kikuk karna menghalangi jalan, mungkin belum terbiasa “berbagi” jalan dengan pengendara jalan yg lain 😀

  3. lyna r says:

    Subahanallah
    Benar sekali hikmahnya menjadi semakin dekat kepada Allah
    Karena menjadi kesempatan untuk memperbanyak dzikir dan sholawat
    Semoga keinginannya tercapai ya Bu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *