Pengalaman Naik Bus Trans Jakarta Koridor 11 Kampung Melayu – Pulogebang

Akses menuju rumah saya makin mudah aja. Setelah ada jalur kereta api langsung dari arah Bekasi  menuju Bogor, kini Bus Trans Jakarta Koridor 11 rute Kampung Melayu – Pulogebang sudah mulai beroperasi.

Sementara menunggu Terminal Bus Pulogebang selesai dibangun, pemberhentian terakhir Busway sementara bukan di Halte Pulogebang tetapi di Halte Kantor Walikota Jakarta Timur. Dari situ saya naik ojek ke rumah karena tidak ada angkutan umum yang menuju arah rumah saya.

Jarak tempuh dari Kantor Walikota ke rumah saya sekitar 10-15 menit. Jika nanti terminal sudah jadi, jarak tempuh Halte Pulogebang ke rumah saya semakin singkat, hanya sekitar 5 menit saja. Saya jadi makin mudah pergi ke berbagai tempat di Jakarta.

Udah ga sabar ingin segera jalan-jalan hehehe 😀

Kemarin sepulang sekolah, saya mengajak Hanum dan Zhafif pulang naik Bus Trans Jakarta. Walopun bukan pengalaman pertama kali naik busway, tapi untuk Koridor 11 rute Kampung Melayu – Pulogebang, kemarin adalah kali pertama.

Halte terdekat dengan sekolah Hanum adalah Halte Pasar Enjo. Jarak dari sekolah menuju halte lumayan jauh, sekitar 500 m, yang ditempuh dengan menyusuri pinggiran jalan raya padat kendaraan.

Ngeri juga dengan banyaknya motor yang lewat. Lengah sedikit saja bisa keserempet. Saya harus ekstra hati-hati menjaga anak-anak saat berjalan menuju halte.

Karena bukan jam sibuk situasi di halte sangat sepi. Tak ada seorang penumpang pun menunggu kecuali saya dan anak-anak.

Maka tanpa pikir panjang saya gunakan kesempatan itu untuk foto-foto. Zhafif sampai melepas sendal segala dan sibuk berpose.

Lagi asik-asiknya berfoto ria, eh tiba-tiba aja bus datang.  Membuat saya tergopoh-gopoh menenteng barang bawaan dan anak-anak. Udah gitu salah tempat pulak.

Karena asik mengambil foto saya tidak memperhatikan tempat menunggu yang benar. Bukannya berdiri di pintu masuk, saya malah menunggu di pintu keluar. Saya harus melewati pagar pembatas yang cukup panjang sebelum masuk bus menyebabkan bus menunggu cukup lama hingga saya akhirnya masuk ke dalam bus.

Hihihi… Norak banget deh saya 😀

Kalo lihat dari mimik wajah kondektur bus waktu melihat saya, bisa jadi dia berpikir nih emak-emak dari kampung mana sih keliatan banget noraknya baru pertama kali naik busway 😀

Bodo amat deh ah. Yang penting hepi!

2 thoughts on “Pengalaman Naik Bus Trans Jakarta Koridor 11 Kampung Melayu – Pulogebang

  1. sepeda fixie says:

    mo dibilang kampungan, norak, gak gaul ato apalah yang penting kan kita bayar mbak, hehehe 🙂 “pengalaman waktu pertama kali naik bus way saya juga gitu” tengak-tengok sana sini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *