Aku Bukan Pecandu BBM

Pengguna Blackberry di Indonesia makin banyak saja jumlahnya.Mengutip dari trend.okezone.com, pengguna BB di jaringan Telkomsel tercatat mencapai hampir 2 juta pelanggan, XL 1.2 juta pelanggan, dan Indosat 800 ribu pelanggan. Belum lagi operator lain seperti Axis, Three dan Smart.

BBM-an atau berkirim pesan khusus Blackberry sudah menjadi trend dimana-mana.  Bukan tidak mungkin ada pecandu BBM yang bergabung di beberapa grup BB sekaligus dan aktif disana sehingga BB tak henti-hentinya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.

Saling berkomunikasi memang tidak ada salahnya. Namun lain halnya jika dilakukan pada waktu dan tempat yang kurang tepat. Misalnya saat jam kerja di kantor.  Bisa-bisa Anda ditegur atasan lho karena terlalu asyik BBM-an hingga melupakan pekerjaan.

Saat saya BBM-an dengan seorang teman pada jam kerja dan saya ingatkan tentang hal ini, dia malah tertawa. Katanya, “Ga papa ko, bos-ku juga lagi  asyik BBM-an… hehehe.”

Halah!

Lain lagi dengan teman saya yang satunya lagi. Saat saya ajak untuk membuat grup BB, dia menunjukkan antipatinya. Katanya BB itu membuat penggunanya menjadi (maaf) autis dan mengganggu pekerjaan di kantor.

Saya sendiri baru sebulan ini menggunakan BB. Dan sejujurnya, saya tidak terlalu antusias mempelajari seluk beluk penggunaan BB. Sejauh ini saya baru mengetahui hal-hal mendasar seperti pengaturan email, perpesanan instan melalui BBM dan YM serta update FB. Belum banyak aplikasi yang saya gunakan.

Saya juga belum banyak bergabung di grup. Baru 2 grup yang saya ikuti, yakni grup alumni Pramuka SMA dan grup Oriflame dari upline saya di d’BC Network. Ditambah lagi no telpon seluler untuk BB dan sms saya gunakan terpisah. Jadi BB saya relatif tidak banyak bersuara.

Bisa dibilang saya bukan pecandu BBM hehehe…

Menurut saya BB hanyalah alat. Tergantung penggunanyalah yang menjadikan BB itu berfungsi sebagaimana mestinya. Bila kita menggunakannya secara bijaksana tentu BB bisa dimanfaatkan secara optimal. Misalnya untuk kelancaran komunikasi antar pelanggan, sebagai sarana marketing dan sebagainya.

Bagaimana dengan Anda?

Facebook Comments

3 thoughts on “Aku Bukan Pecandu BBM

  1. arif says:

    sementara belum mbak,tp sapa tau lain kali saya dpt rejeki BB gratis hehehe (ngarep dot com), meskipun saya lbh tertarik pengen punya android dulu :D,

  2. arif says:

    ga punya BB. tp klo blh berpendapat, itujuga ada pengaruh euforianya juga, happines economics mgkn karna selama ini BBM banyak penggemar dan cukup laris di indonesia tp mgkn belum semua “membutuhkannya” shg utilisasinya tdk optimal. di rumah, hanya adik saya yg pake BBM, saya sendiri lum merasa butuh, teman tdk terlalu banyak yg menggunakan bb 😀

Leave a Reply