Tips Mengolah Makanan Sisa

Saya paling anti membuang makanan sisa. Maksudnya tentu bukan sisa-sisa makanan di piring melainkan makanan berlebih yang tidak habis disantap. Rasanya kok berdosa sekali kalau sampai membuang-buang makanan sementara masih banyak orang yang kekurangan. Jadi kalau makanan tidak habis, saya simpan di kulkas lalu besoknya saya olah lagi menjadi menu baru.

Sebenarnya itu akal-akalan saya aja sih. Suami suka komplain kalo makan  makanan yang dihangatkan. Rasanya berubah, begitu keluh suami saya seringkali. Memang sih makan makanan yang baru dimasak pasti lebih enak rasanya dibandingkan makan makanan yang dihangatkan. Dari kandungan nutrisinya, makanan yang dihangatkan tentu tidak sebaik makanan segar. Ada beberapa unsur zat gizi yang hilang dan rusak karena pemanasan ulang.

Tapi kalau makanan tidak habis, sayang banget kan kalau dibuang. Jadi saya putar otak dan bongkar resep untuk mencari ide bagaimana mendaur ulang sisa makanan tersebut. Sedangkan untuk mengimbangi kandungan gizi yang hilang, saya tambahkan bahan pangan segar dalam mengolah kembali sisa makanan tersebut.

Makanan yang biasa saya olah kembali antara lain sisa sayuran tumis, capcay, sop, dan masakan daging (ayam atau sapi) seperti gulai, kare atau soto.

Biasanya sayuran tumis, capcay atau sop yang dibuang kuahnya saya jadikan bahan isi dengan menambahkan telur dan bumbu-bumbu  misalnya untuk membuat martabak atau omelet. Atau bisa juga dibuat loaf sayuran dengan cara dikukus atau dipanggang.

Sedangkan sisa masakan daging seperti kare atau gulai bisa dijadikan bahan isi panada, dengan memasaknya sampai kuahnya menyusut. Atau bisa juga dibuat seperti abon dengan cara digoreng sampai kering.

Kalau ayam goreng saya daur ulang menjadi ayam suir. Tulang ayam dibuang dan dagingnya disuir-suir la lu dimasak dengan kecap dan bumbu-bumbu lain.

Cobain yuk???

Facebook Comments

Leave a Reply