Terpuruk

Siang ini langit cerah. Biru bersih tanpa awan. Sang mentari bersinar dengan megahnya. Namun hatiku mendung. Gelap bagai disaput awan kelabu. Suram. Kelam. Serta merta pergi membawa ketenangan jauh dari kalbuku.

Pengakuan itu betapa mengejutkanku. Meski tlah terduga sebelumnya. Tetap saja membuatku terhenyak. Terhempas. Bagai ombak pecah menjadi buih di tepian pantai. Hancur luluh tak bersisa.Nyeri. Pedih. Perih. Sedih menghimpit di dadaku.

Kemanakah kau bawa nuranimu pergi? Hanya karena kebutuhanmu tak terpenuhi, tak semestinya kau  mengejar harapan palsu berselimut ironi. Meski kutahu penderitaan yang kau alami, tak seharusnya kau lakukan kenistaan bagai perempuan hina tak berbudi. Terpuruk. Tersungkur. Tertutup noda.

Aku tak ingin menghakimi. Tak pula mendakwamu bagai penjahat tak berperi. Hanya satu pasti yang kubisa. Mendoakanmu semoga bahagia.

Bekasi, 271009 1448

Leave a Reply