Pengalaman Kedua

Baru dua minggu lalu, tepatnya tanggal 27 September 2009, jagoanku Zhafif Daffandra Rasyid menginjak usia yang ke-3. Ayah dan ibu sih ngga kasih kado apa-apa selain doa, tapi Zhafif dapat hadiah istimewa yang sangat ia inginkan selama ini, yaitu sebuah sepeda baru dari Tante Mia. Wah, Zhafif senang banget waktu diajak ayah pergi ke toko sepeda untuk memilih sendiri sepeda barunya. Tuh lihat gayanya naik sepeda, hebat kan?

Melihat Zhafif sekarang sepertinya aku ngga percaya kalau waktu berlalu begitu cepatnya. Rasanya baru kemarin aku meringis kesakitan saat proses kelahiran Zhafif. Ingatanku jadi melayang ke masa-masa kehamilan Zhafif yang aku rasakan berbeda sekali dibandingkan saat mengandung untuk pertama kali. Aku merasa sehat dan nyaris tidak merasakan mual sama sekali. Seingatku, aku hanya mual dan muntah 1 kali pada awal kehamilan. Sesudah itu, semuanya berlangsung normal-normal saja. Mungkin Allah memberikan kemudahan pada kehamilanku yang kedua ini, karena waktu itu aku masih merawat Hanum yang masih bayi seorang diri, tanpa ada pembantu rumah tangga.

Pada saat melahirkan pun, rasa sakit yang kuderita tidak sehebat sewaktu proses kelahiran Hanum, anakku yang pertama. Alhamdulillah, meski kesakitan, aku bisa melahirkan dengan normal. Zhafif lahir dengan selamat pada hari Rabu, tangal 27 September 2006 dengan berat 3,5 kg dan panjang 51 cm, sekitar pukul 19.00 WIB di Rumah Bersalin Ibu Endang, Perumahan Pondok Cipta Bintara, Bekasi.
Waktu itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, jadi seminggu sebelum lebaran Zhafif sudah diboyong ke rumah orang tuaku di Bogor. Setelah ada pengasuh baru untuk membantuku mengurus Hanum, aku balik lagi ke Bekasi.

Alhamdulillah, kali ini aku bisa menyusui Zhafif sampai ia berumur dua tahun. Karena selain sudah berhenti bekerja, ASI-ku lancar dan banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan ASI ekslusif selama 6 bulan lalu dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI sesuai dengan bertambahnya usia Zhafif.

Semoga saja anak-anakku bisa tumbuh sehat dan berkembang optimal sesuai kemampuan mereka masing-masing. Insya Allah.

Facebook Comments

One thought on “Pengalaman Kedua

  1. kalender kehamilan says:

    Salam kenal, sebagai ibu muda saya ingin banyak belajar dari para ibu atau siapapun yang lebih berpengalaman menjadi orang tua, lewat dunia maya ini semoga saya bisa mengambil manfaat dan belajar untuk menjadi seorang ibu yang bijak.

Leave a Reply